Pengagum Rahasia
Pengagum Rahasia
Dear, pengagum rahasia ku :
Terimakasih ya, sudah mengagumi selama ini. Aku tak
tau harus bagaimana menanggapi ini semua. Ya aku tau, 3 tahun mengagumi itu
bukan hal yang sangat sebentar. Tetapi, itu suatu hal yang sangat lama dan
penuh rintangan. Rintangan itu pun bukan hanya rintangan kecil atau rintangan
yang sangat pendek. Kau hebat,kau kuat sampai kau bisa menaklukkan aku walau
aku masih belum 100% bisa membuka hati untuk mu. Teringat sedikit cerita dari mu,
bagaimana perjuangan mu memendam rasa cinta,rasa sayang, rasa suka terhadap ku.
Dari aku yang masih suka jalan sama cowok A, cowok B hingga cowok C. Kamu masih
mempertahankan itu semua. Sampai dititik kamu harus melupakan ku, tapi kamu
sangat meyakini takdir Tuhan akan berpihak ke kamu. Ternyata benar dugaan mu,
waktu itu hari itu, dimana takdir mulai berpihak ke kamu.
Hai perkenalkan nama aku Shabrina Zanitha Lethicia biasa dipanggil
zanitha kadang juga dipanggil shabrina. Tapi
kedua orang tua aku memanggilku zanitha. aku seorang mahasiswa semester
6 disalah satu universitas swasta yang ada di jawa timur lebih tepatnya yang
ada dikota Surabaya. Pasti kalian tau kan kota Surabaya hehehe. Oh ya aku akan
berbagi cerita tentang pengalaman ku tentang pengagum rahasia. Pasti kalian
tau, pengagum rahasia itu apa? Dengerin cerita ku ya.
Tepat tanggal 15 bulan juni 2021, berawal dari
keisengan ku untuk membuka aplikasi, dan menggeser sebuah foto ke kanan yang
berarti aku menyukai foto tersebut. Aku berpikiran dia gak bakalan suka sama
ku, mungkin dia menggeser foto k uke arah kiri. Tapi dugaan ku salah, ternyata
dia juga menyukai foto ku. Tak disangka sangka kamu menyapa ku terlebih dahulu.
Ya, aku masih ingat bagaimana kata kata mu Ketika menyapa ku “halo salam kenal.
Aku zafran” tak lama kemudian aku pun membalas sapaan mu “hi salam kenal ku
zanitha” sontak kamu meyakinkan nama ku itu “yakin” aku pun kaget akan
pernyataan mu “apanya yang yakin” “sebentar aku sepertinya pernah liat kamu
deh” “dimana?” dan kamu pun menanyakan tempat dimana aku kuliah “kamu kuliah di unusa kan?” “aku pun menjawab “iya aku kuliah di universitas itu, kok kamu tau sih” “nah
kan bener. But every one call you not zanitha . but Shabrina Zanitha Lethicia. Sorry kalo aku
salah sebut” “iya
bener itu nama ku “ sontak aku pun sedikit heran akan semua pernyataan mu dan
semua itu benar. tak banyak cakap, tak banyak piker, akupun langsung menanyakan
” kamu kok tau segala hal tentang aku dari mana ?” disinilah dia mulai mengakui
semua hal ke aku “ tau dari mana aja boleh, kalo kamu tau aku adalah pengagum
rahasia“ “ha.. pengagum rahasia dikampus??” “iya aku pengagum rahasia mu. But
dulu pas aku masih kuliah. Kita beda kampus.” “Ha?? Beda kampus” aku pun mulai
semakin penasaran dan bertanya tanya “dia beda kampus sama aku, tau segala hal
tentang aku. Kira kira dia tau dari mana ya?”
Seiring bergantinya hari dan tanggal, aku memberanikan
diri menanyakan hal itu semua. Ya aku penasaran sekali tentangg hal. Mungkin
semua cewek akan melakukan hal yang sama dengan ku. Rasa penasaran semakin
menggebu. Tak banyak cakepan dan tak banyak piker aku pun memulai duluan
membuka percakapan dan chat ke orang tersebut melalui aplikasi perjodohan. “hi
zafran, kamu tau aku dan biodata aku dari mana dan dari siapa?” kurang lebih
beginilah chat awal yang aku sodorkan ke zafran. Tak lama kemudian zafran pun
membalas chat dari aku dengan singkat, tak Panjang lebar zafran hanya menjawab
“dari mana aja boleh. Tanpa kamu tau aku punya banyak channel di kampus itu”
oke baiklah aku Cuma bisa diam dan tercengang akan jawaban zafran saat itu.
Waktu sudah menunjukkan jam 18.00 wib. Tanpa aku
sadari ada notif pesan masuk dari salah satu Instagram ku. Aku pun langsung
melihat notif itu dari siapa. Tanpa ku duga ternyata pesan itu dari zafran.
Pengagum rahasia yang ada di aplikasi perjodohan itu. Aku bergumam dikamar “lho
dia tau username Instagram aku dari mana?” hari demi hari, waktu demi waktu aku
dibikin penasaran dan heran akan sikap zafran. Tanpa lama aku pun membuka dan
membaca isi pesan dari zafran yang isinya “assalamualaikum, folback ya zanitha”
aku pun membalas pesan tersebut “oke siap aku folback kamu” “makasih ya udah
folback aku” “iya sama sama. Btw aku masih kepo lho sama cerita mu yang menjadi
pengagum rahasia ku” “iya nanti aku juga bakalan certain kok” “buruan ya aku
kepo” “iya sabar donk zanitha” begitulah jawaban zafran. Zafran yang ada
disebrang kota sana mungkin hati dia saat itu pun berbunga bunga dan aku yang
ada dirumah disaat itu juga hati ini menjadi gunda gulani, gelisah, penasaran
akan sosok zafran dan cerita dari zafran.
Keesokan harinya, zafran Kembali menghubungi ku dari
akun Instagram dia “ Pagi zanitha” aku pun dengan cepat membalas chat dari
zafran “pagi juga” “gimana kabarmu zan?” “alhamdulillah baik zaf. Gimana jadi
cerita gak?” “sabar donk zanitha, iya aku bakalan cerita kok” zafran pun
memberanikan diri untuk menceritakan dia yang menjadi seorang pengagum rahasia.
Dimulai zafran mengatakan “maaf ya zanitha, sebelumnya aku udah mengagumi mu
secara diam” dan tak lama aku membalasnya “ iya gakpapa zafran, itu hal yang
wajar sih menurut ku” setelah ida mengatakan kata maaf kepada ku dia mulai
menceritakannya “ jadi dulu tahun 2018 aku pernah main ke kampus kamu, mau
ketemu salah satu dosen ku yang kebetulan dia dosen dikampus kamu di fakultas
kedokteran. Oh ya sebelum aku ketemu kamu, aku itu ke kampus mu ditemani sama
salah satu mahasiswa kedokteran yang lagi koas” “hah. kating kedokteran?”
“kating kedokteran Namanya mas gilang. Kamu kenal?” “aku gak kenal zaf“ “ oke
baiklah. Aku lanjut ya ceritnya” aku jawab dengan cepat karena aku sudah
penasaran banget sama cerita ini “iya zaf lanjut aja” “sampai dikampus tiba
tiba kamu keluar dari pintu utama kampus mu. Teru aku tanya ke gilang, lang itu
siapa ?. Jawab gilang, aku gak tau zaf mungkin dia mahasiswa baru dikampus ini.
Nah setelah gilang bilang seperti itu, aku mulai nih kepo dan stalking tentang
kamu dengan minta bantuan dari si gilang” “mas gilang siapa sih zaf, kok aku
gak tau. Anak kedokteran yang aku kenal Cuma mas djo” “mas gilang itu alumni 2017” “makanya aku gak tau”
ditengah cerita tiba tiba zafran bilang “ move WA yuk zan, biar enak ceritanya”
tanpa berpikir Panjang aku pun langsung memberikan nomor WA aku ke zafran.
Setelah sholat maghrib, tiba2 ada notif pesan dari WA
aku. Setelah aku buka notif itu, aku liat nomor itu. Ya nomor baru yang
memberikan pesan ke WA ku. “assalamu’alaikum” begitullah isi pesan nomor baru
tersebut. Tak lama kemudian aku menjawab pesan itu “waalaikumussalam. Siapa
ya?” nomor baru itu ppun mebalasnya Kembali “that me” aku pun masih bertanya
tanya “that me siapa?” “ini aku zafran” “oh zafran” selang beberapa jam
kemudian dia Kembali mengirimkan pesan kepada ku “gimana, mau lanjut cerita
yang kemarin gak?” aku pun membalasnya dengan hati gembira “iyalah lanjutin
ceritanya, kan kemarin belum kelar ceritanya” “baiklah kita lanjut cerita, tapi
lebih asik lewat call aja ceritanya” aku tiba tiba bergumam dalam hati “hahh
lewat call..dasar cowok ini ribet sekali,tinggal cerita apa susahnya sih.”
Tanpa aku sadari ternyata aku belum membalas pesan darinya dan dengan cepatnya
aku langsung membalas chat tersebut “oke boleh, tapi aku masih ada rapat
sebentar, habis aku rapat gimana?” “emang rapat apa ?” “aku ada rapat
departemen hima jurusan ku” “ yaudah habis kamu rapat aja deh kalo gitu” “oke”.
Setelah aku membalas chat dari zafran, aku pun lanngsung mengikuti rapat yang
ada di hima jurusan ku. Walapu pun kegiatan saat itu sedang dilangsungkan rapat
dengan anggota hima yang lainnya, tetapi pikiran ku bener bener tidak focus apa
yang sedang dibahas dirapat hanya jiwa dan ragaku yang ikut rapat tetapi hati
pikiran ku focus gimana kelanjutan cerita si zafran cowok yang mengagumi ku.
Rapat selesai jam 20.00. bersyukur banget rapat saat
itu hanya berjalan 1 jam “jadi aku bisa lanjut chatan sama si zafran donk”
gumam ku. Tak lupa setelah rapat selesai, akupun bergegas melaksanakan sholat
isya. Karna waktu sudah menunjukkan jam 8 malam dan aku harus melakukan sholat
terlebih dahulu sebelum melanjutkan chat dengan zafran. Sholat pun usai,
sebelum aku melangkahkan kaki ku menuju kamar. Abah dan umi pun menanyakan hal
tentang cowok ataupun pasar ke aku. Tpi dengan santai aku duduk Kembali
disamping umi sambal mendengarkan pertanyaan dari mereka berdua “nak, kamu kan
udah umur 23. Apa kamu gak ada pacar atau cowok gitu yang mau dikenalin kea bah
dan umi?” ruang mushollah pun menjadi hening dan sunyi. Sebelum aku menjawab
pertanyaan itu, aku pun memikirkan “mau jawab apa” ya, pertanyaan itu yang aku
takutin sampai saat ini. dengan santai dan Tarik nafas sedalam dalamnya aku pun
menjawab pertanyaan itu “ iya abah umi, zanitha masih belum ada pacar atau
cowok. Kalupun zanitha sudah punya atau ada pacar, pasti zanitha kenalin kea
bah sama umi. Abah umi jangan khawatir ya” tak Panjang lebar, abah pun
mengatakan satu hal yang bikin aku kepikiran “ abah sama umi udah tua nduk,
udah giliran kamu nikah. Masa gak ada pacar. Gapapa kamu pacaran, toh abah sama
umi tenang tanpa cariin kamu pasangan lagi” “abah umi zanitha cari sendiri aja
ya, kalo nanti zanitha gak dapat yang cocok. Baru abah sama um icariin zanitha
jodoh” “ya udah kalo gitu mau mu nduk”. Perbincangan setalah sholat isya
akhirnya selesai juga. Akupun langsung berdiri dan beranjak meninggal abah dan
umi. Sampai dikamar aku pun langsung melipat mukenah yang tadi aku pakai untuk
sholat isya.
Dikamar pun aku masih kebingungan akan sikap abah dan
umi. Baru kali ini abah sama umi menanyakan hal itu ke aku dan sebelumnya gak
pernah sama sekali menanyakn hal itu ke aku. Tarik nafas dan aku mencoba untuk
melupakan pertanyaan yang dari abah sama umi. Sekarang waktunya aku chat si
zafran dan melanjutkan cerita yang kemarin “zafran jadi gak ceritanya?”
begitulah isi pesan yang aku kirimkan ke zafran. Tak lama kemudian zafran
membalas pesa n ku “udah selesai rapatnya?” “sudah selesa” “sudah sholat?”
“sudah donk”. Sambal menunggu balesan lagi dari zafran, aku membuka laptop
mengerjakan tugas kuliah ku di semester 6 ini.baru beberapa menit aku mulai
mengerjakan tugas, masuklah notif balesan darin zafran “aku boleh call kamu?”
begitulah isi pesan balesan dari zafran. Aku balas dengan senang hati “iya
boleh kok”. Sambal nunggu zafran call aku, aku lanjutin ngerjain tugas yang
sangat banyak sampai kayak gunung kelud hehe bercanda gunung kelud.
Alhamdulillah satu tugas kuliah ku pun selesai. Sudah
menunjuukan jam 21.00 zafran pun masih belum aja call aku. Makin penasaran
dengan ceritanya. Tak lama kemudian hp ku berdering keras, itu telpon dari zafran.
Oke dengan sigap aku pun langsung mengangkat telpon tersebut. “halo
assalamu’alaikum zanitha” Dari kota sebrang sana terdengar suara zafran yang
super lembut ya, bisa dibilang suranya hamper menyerupai suara cewek. “ini
suara cowok yang mengagumi secara diam diam” gumamku dalam hati. Dengan gugup
aku menjawab sapaan zafran “ eh iya iya waalaikumussalam” sontak si zafran
ketawa “kok keliatan gugup gitu zanitha” “eh enggak kok, aku gak gugup” aku
dikamar tersipu malu, mungkin kalo zafran ada disamping ku, pasti dia akan
meledek ku melihat pipi ku yang merah merona. “beneran nih” “eh iya enggak kok
beneran. Btw gimana kelanjutan ceritanya” “oh iya hamper lupa.” Kita berdua
saling diam dan taka ada satu kata pun yang terucap dari mulut ku ataupun mulut
zafran. “kok diem dieman sih” aku mencoba memulai untuk membuka pembicaraan
Kembali “hehe iya iya” “gimana ceritanya” “oh ya, aku lanjutin ya. Jadi aku
tanya ke gilang, lang gimana hasilnya. Gilang jawab itu iya zaf, itu anak
kampus sini jurusan Kesehatan kata temen ku dia adek tingkatnya. Terus aku kan
tanya lagi Namanya siapa lang. gilang jawab Namanya zanitha tapi gak tau nama
panjangnya siapa. Oke gilang makasih ya informasinya. Habis itu aku mulai
stalking sosmed mu dari Instagram dulu” “berarti kamu udah follow aku dari
2018?” zafran menjawab perntanyaan ku “iya aku udah follow kmu dari tahun 2018”
aku yang mendengarkan cerita itu, Cuma bisa nelan luda dan nafas besar.
“berarti kamu mengagumi selama 3 tahun donk zaf?” zafran menjawab “iya, aku
mengagumi mu kurang lebih 3 tahun. Dulu aku sempat mundur” “hah mundur ?” “iya
mundur menyukai mu dan mencintai mu. Soalnya dulu aku pernah liat igs atau
story mu itu foto berduaan sama cowok lain, akhirnya aku putusin buar mundur”
“heran aku, kok bisanya kamu ngagumi aku selama itu. Emangnya gak ada cewek
lain apa yang kamu sukai atau yang kamu kagumi gitu?” sambal menarik nafis
zafran pun menjawab “iya gak ada, kalo aku udah suka sama salah satu cewek itu,
aku pun tetap setia dan berdo’a ke Tuhan agar dipersatukan Kembali dengan kamu.
Dengan kekuatan do’a, alhamdulillah aku dipertemukan Kembali sama kamu atas
izin allah” tercengang dengan jawaban si zafran, sampai aku gak bisa berkata
kata. “Tuhan, ternyata masih ada seorang cowok yang seperti ini” gumam dalam
hati ku. Disaat aku dan zafran sama sama diam tak berkata. “hi zanitha kok diem
aja” saut suara zafran yang ada disebrang sana. Sontak aku pun langsung
menjawab “hehe enggak kok,Cuma gak habis pikir. Kok bisa kamu mengagumi ku
sampai segitunya” “ya bisalah, nih buktinya aku bisa sampai detik ini bertahan
mengagumi mu hehe” “oalah jadi gitu ceritanya” “iya gitulah ceritanya”. Tak
terasa sudah 1 jam lebih kita bercerita melalui via telepon, akhirnnya aku dan
zafran memutuskan untuk mengakhiri cerita pada malam hari ini.
Waktu demi waktu, hari demi hari tak terasa aku dan zafran sudah saling kenal kurang lebih satu bulan. Tanpa aku sadari, aku mulai tumbuh rasa dengan zafran, bagiku zafran anak yang baik, perhatian,pekerja keras, sayang keluarga, agamanya baik dan kepribadian dia termasuk tipe laki laki yang ku idam idamkan. Entah kenapa rasa ini mulai tumbuh dengan cepat, ya aku tau waktu satu bulan perkenalan ke lawan jenis itu waktu yang sangat singkat dan cepat. Tetapi aku yakin Tuhan memberi ku rasa suka, sayang, cinta ke zafran agar aku bisa melupakan semua mantan mantan ku dan menyembuhkan rasa trauma ku akan percintaan. Aku hanya bisa berdoa dan meminta pada Tuhan agar aku benar benar bisa memilih laki laki yang benar benar baik, serius, setia agar aku tak salah memilih sosok pendamping hidup ku dimasa depan nanti.setiap selasai sholat, dzikir aku slalu berdo’a “Tuhan, jika dia memang jodohku tolong dekatkanlah. jika memang dia memang bukan jodok ku dimasa depan, berikan keikhlasan hati Hamba untuk melepaskan dan mencari yang lebih baik lagi dari dia” Tuhan pasti akan mendengarkan do’a-do’a para HambaNya.
Tanggal 20 Juli 2021.
Matahari mulai terbit tandanya waktu sudah mulai pagi lagi dan mulai melakukan aktifitas di pagi hari ku. Sebelum aku memulai melakukan aktifitas oagi hari, aku mencoba mengecek layer ponsel ku apakah ada notif WA masuk dari zafran? Setelah aku buka dan cek layar ponsel ku, ternyata dia belum mengirimkan pesan kepada ku. “baik lah gak papa, mungkin dia udah berangkat kerja. Oke baiklah, sekarang waktunya untuk melakukan aktifitas pagi hari. Semangat zanitha” seruku untuk menyemangati diriku sendiri.
Detik demi detik, menit demi menit akhirnya aku bisa menjalankan aktifitas pagi hariku meskipun ntah kemana pikiran ku waktu itu. Tanpa sadar aku selalu memikirkan keberdaan dia, dia sama siapa, apakah dia baik-baik saja. "Tuhan kenapa pikiran dan hati ku resah dan selalu memikirkan dia, padahal dia bukan siapa-siapa ku. hanya seseorang yang mengagumi." seruku dalam hati dengan ditemani sedikit camilan yang ada dimeja belajar ku. "apa aku mulai menyayanginya?menyukainya? ahh mana mungkin secepat itu aku bisa menyukai dan menyayangi zafran" gumam ku dalam hati. tak lama kemudian aku tertidur dengan tangan sebagai bantal yang aku letakkan diatas meja.
hari menjelang sore, aku kembali membuka hp dan melihat notif-notif yang ada di layar hp ku. ternya notif itu bukan dari zafran melainkan notif iklan dan akun-akun online shope lainnya. "hmm kemana ya dia, kenapa dia gak ngabarin aku?" gumam ku dengan wajah kesal dan kecewa ke zafran
Komentar
Posting Komentar